Kupercayai kau sebagai sahabatku
kupahami engkau layaknya sahabatku
kulakukan engkau seperti orang terdekat
tapi balasanmu tak seperti itu, sobat
Cinta dan sayang kasihku sebagai sahabat
karena kau satu''nya yang ku percayai
tapi kau menganggapku seperti apa?
rendahkah aku dimatamu?
Kuceritakan kisah hidupku
yang selama ini terasa luka di hati
yang selama ini bisa bahagiakanku
ku katakan semuanya kepadamu
karena aku percaya kau mengerti
tapi nyatanya?
kau memandang rendah diriku
Hanya karena soal materi
uang
harta itu membutakan hatimu untukku
untuk persahabatan kita pula
kau mengkhianati persahabatan ini
dengan sikap tinggi mu itu
Serendah apa diriku di matamu?
di hati mu? di pikiran mu? di batinmu pula
sampai'' kau bisa mengkhianatiku
hanya karena kau dibayar untuk menjahatiku
itu sama saja kau menukarku dengan uang
Aku tak pandang soal itu
yang kupikirkan hanyalah rasa mu
perasaan mu untukku
selama ini , mau dulu atau sekarang
kau menganggap ku apa , sobat ?
Sungguh tak kupercaya semua ini
bisakah kita kembali?
walau sekedar teman belaka
walau sekedar orang yang mengenalmu ?
sadarkah kau melakukan semua ini?
sadarkah batinmu telah tertutup dusta ?!
sakit , sobat . sakit sekali ..
hancur , sobat .
maafkan ku bila ku pernah melukaimu
semua kesalahanmu tlah kumaafkan
ku terluka
dan ..
Selamat Tinggal
kuucapkan dengan senyum terakhirku
padamu ..
-kai-
8.9.11
Jika Hari itu Tiba
Ya Tuhanku
aku memohon padaMu
yang Agung dan Maha Pengampun
jika hari itu sudah tiba untukku..
Tak kurasa sudah 12 tahun aku hidup
walau itu masih menginjak muda
Kau memanggil hambamu,
bukan karena tua atau muda
ajal tak pandang usia
Aku yang masih mencari jati diri
aku yang masih membutuhkan
orang'' terdekatku,
berserah diri padaMu
tapi izinkanlah permintaan'' ini
kau kabulkan
Aku ingin orangtuaku,
sahabat dan temanku,
juga orang yang kusayangi
tetap mengenangku bilaku pergi nanti
Mengenang dari potret diriku,
dari benda'' berarti ku
tentunya dari batin mereka pula
Walau senyuman akan berakhir
walau nyawa kan terambil
walau hati kan pergi
walau batin kan mati
walau air mata telah kering
Sungguh aku tetap menyayangi mereka
sungguh aku takkan pernah lupa
sungguh itu masih bertahan
sisa sisa memori hatiku untukmu
Aku tak ingin orang'' terdekatku
merasa kehilangan,
aku tak ingin mereka menangis
aku tak ingin mereka merindu
aku tak ingin mereka memikirkanku lagi
Walau waktu tlah memanggil,
tetaplah hapus airmata mu
walau hati terasa sesak,
tetaplah berada di sisiku
mengingatku akan semua kenangan indah itu
walau suatu saat akan hilang dari pikiranmu
-kai-
aku memohon padaMu
yang Agung dan Maha Pengampun
jika hari itu sudah tiba untukku..
Tak kurasa sudah 12 tahun aku hidup
walau itu masih menginjak muda
Kau memanggil hambamu,
bukan karena tua atau muda
ajal tak pandang usia
Aku yang masih mencari jati diri
aku yang masih membutuhkan
orang'' terdekatku,
berserah diri padaMu
tapi izinkanlah permintaan'' ini
kau kabulkan
Aku ingin orangtuaku,
sahabat dan temanku,
juga orang yang kusayangi
tetap mengenangku bilaku pergi nanti
Mengenang dari potret diriku,
dari benda'' berarti ku
tentunya dari batin mereka pula
Walau senyuman akan berakhir
walau nyawa kan terambil
walau hati kan pergi
walau batin kan mati
walau air mata telah kering
Sungguh aku tetap menyayangi mereka
sungguh aku takkan pernah lupa
sungguh itu masih bertahan
sisa sisa memori hatiku untukmu
Aku tak ingin orang'' terdekatku
merasa kehilangan,
aku tak ingin mereka menangis
aku tak ingin mereka merindu
aku tak ingin mereka memikirkanku lagi
Walau waktu tlah memanggil,
tetaplah hapus airmata mu
walau hati terasa sesak,
tetaplah berada di sisiku
mengingatku akan semua kenangan indah itu
walau suatu saat akan hilang dari pikiranmu
-kai-
Langganan:
Postingan (Atom)