Lama-Kelamaan Jio dan Rei semakin dekat dan mulai menjalin hubungan. Tak ada celah bagi San lagi untuk berteman dengan Jio. Ai tetap mencari perhatian Jio setiap ada kesempatan sekecil apapun. Saat itu San sedang duduk di taman sekolah, ia melihat Jio dan Rei duduk berdekatan, dan saling menatap mata. Setitik-titik air mata mulai jatuh dari mata San yang faktanya belum bisa berteman dengan Jio. Pikirnya mungkin jadi sahabat lebih baik daripada menjadi yang lebih.
Akhirnya San mulai memberanikan diri berteman dengan Jio, mereka berteman cukup akrab. San yang sedang senang karena berteman dengan Jio tetapi tetap sedih karena perasaannya tak terbalas. Saat San dan Jio sedang mengobrol, Ai datang dengan muka marah kepada San dan mulai terjadinya konflik tuduhan .
Berbagai perkataan kasar diucapkan Ai kpd San , tapi San tetap bertahan karena Jio membela San di depan Ai. Ai yang semakin melonjak akhirnya bertanya tentang keseriusan hubungan mereka. San dan Jio tersentak kaget dan terdiam. Tiba’’ secara lantang dan suara keras mengatakan bahwa ia adalah pacar Rei di depan semua orang Yng ada di tempat itu. Ai pun terdiam, San pergi berlari meninggalkan sekolah dengan raut muka sedih. Tampaknya ia tak kuat menahan rasa sedih itu.
San sadar kalau perbuatannya membuat Jio bingung, ia juga pergi tanpa alasan, saat itu juga ia menelpon dan meminta maaf kpd Jio. San juga sadar kalau perasaannya takkan pernah diketahui dan terbalaskan oleh Jio yang begitu polos. Dia lebih memilih utk menjadi sahabat Jio. ‘’Perasaan itu akan terpendam’’ ucapnya.
Disekolah saat istirahat, San melihat Ai menyatakan perasaannya pada Jio. Jio menolak Ai dan ia tetap pada cintanya Rei. San berpikir mungkin nasibnya akan sama seperti Ai. Ia juga berpikir mungkin Ai akan menyerah sepertinya tapi ternyata tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar