22.2.12

Saat Melihatmu Dengannya

Awalnya aku hanya seorang biasa
aku hanyalah kura-kura dalam tempurung
takut keluar dan memahami hari
berpendam diri tak menaungi

Kesenanganku bertabuh saat bertemu dia
tak pernah kurasakan indahnya keluar dari tempurung
bersamamu kulewati hari dengan teduh damai
percaya telah ku berikan padamu

Hatiku tersakiti
melihat engkau bersama dengannya
melupakan diri ini yang tak rela akan kenyataan
tak ku pedulikan nyata atau mimpi
aku hanya inginkanmu

Sedihkah
tangiskah
sakitkah
kurasakan tanpa henti tak berujung
karena dirimu
menganggapku lagi tak berarti

Seruling indah menyanyikan lagu
menari nari dengan nadanya
seperti hatimu yang jatuh cinta padanya
aku terpaku tegun tak bicara
satu katapun satu tatapan

Cinta bukan masalah
materi bukan halangan
yang kubutuhkan rasa sayang
akan kehadiran diriku selama ini
dianggap atau tidaknya
atau ada atau tidakkah
diriku ini sebenarnya?

Hati kecilku bertanya tanya
berpaku pada kesakitan hati tak berujung
cemburu menguras hati
melihat dirimu lebih menganggapnya
daripada aku

Untuk apa aku keluar dari tempurungku
dunia gelap tanpa suara itu jauh lebih baik
daripada diriku harus mendengar suaramu
suara tangis canda tawa gurau mu dengannya itu

Tak perlu lagi aku mengenal dunia mu
dunia kita yang dulu
tak pernah mungkin kau ingat kembali
tentang cerita kita dulu

Sekarang selamanya tak pernah
kulupakan kejadian dahulu
aku akan hidup dalam lubang kecil tak kasat mata
tak teranggap,
tak bisa terlihat seperti udara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar